Jumat, 17 Mei 2013

The Real Students



Mahasiswa Tanpa Rekayasa

Memang menggiurkan mendengar beberapa perguruan tinggi yang  masyhur di negeri ini. Dengan semua fasilitas yang ada, infrastruktur pembangunan yang memadai, Tenaga pengajar dari kalangan para pejabat dan tokoh negeri ini pula. Waoww... sangat amaizing sekali!. Mungkin universitas yang berkelas internasional adalah kampus-kampus yang memenuhi kriteria tersebut. Tapi apakah aku si anak pegawai biasa bisa menduduki kursi-kursi yang berada dalam kelas kampus semacam itu?, Belum Tentu kawan, terkadang hidup itu wajib berdiskriminasi, bukan manusianya, tapi materinya yang akhirnya melahirkan sebuah diskriminasi kehidupan dalam dunia pendidikan.

Apakan harus menjadi suatu kebanggaan jika menjadi bagian dari mahasiswa kampus-kampus tersebut?, hhhmm.. bisa jadi iya, jika kita melihat pendidikan seorang mahasiswa itu dari corong materi saja. Tapi itu adalah pandangan yang sangat sempit sekali. Padahal sejatinya seorang mahasiswa tidak memiliki nilai tanpa wawasan dan Intelektual yang kritis dari seorang mahasiswa itu sendiri. Tidak bisa berkarya seorang mahasiswa yang sesungguhnya jika tanpa suatu kekreatifan dalam suatu disiplin ilmu tertentu. Berpenampilan yang Stylish, keren, gaul, bahkan glamor bukan menjadi barometer untuk menjadi mahasiswa yang dibanggakan. Dan semua itu adalah bagian dari REKAYASA bullshit.!!

Dan di sini ada sekumpulan mahasiswa yang patut kita pertimbangkan, dan mungkin ini jauh lebih menarik dari pada seorang mahasiswa bullshit,, Hahaha.. Sebut saja Mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Namun yang jadi fokus utama penulis di sini adalah sebuah kalimat yang terkadang saya dengar dari celetukan orang-orang yang tidak mengetahui sejatinya seorang mahasiswa, yaitu; “Pacaran sama Mahasiswa PTIQ?, udah gk jaman kaliee,, :p”. Di sini jangan berfikir bahwa penulis seorang mahasiswa PTIQ, jika benar berarti tulisan ini hanya sebuah narsis yg dituangkan menjadi beberapa huruf. Tapi Tidak!, jangan memposisikan Penulis sebagai Mahasiswa PTIQ, karena saya hanya mencoba mengungkap tabir kenyataan dari sejatinya seorang Mahasiswa PTIQ. Hehehe

Kita akan memulai dari sudut perkampusan. Memang area kampus PTIQ tidak seluas yang mungkin anda bayangkan, tapi setidaknya Bangunan kampus tidak kalah tinggi dengan sebatang pohon mangga yang tumbuh perkasa depan gerbang utama,, hehe.. Jika banyak para pejabat negara yang menjadi tenaga pengajar di universitas-universitas negeri, maka mahasiswa PTIQ pun mencicipi hal itu. Orang nomor 1 di kampus ini adalah pejabat negara juga, bahkan banyak di antara para dosen sebagai pejabat masyarakat, bukan sebagai profesi namun sebagai eksistensi yang nyata.

Fasilitas yang ada di kampus tidak membuat mahasiswa berhenti melangkah untuk lebih berkreasi lagi, terlebih ketika kita melihat dari Maktabah yang biasa kita kenal dengan perpustakaan yang menyimpan buku-buku klasik yang mungkin anda tidak bisa temukan di manapun, tapi di maktabah ini anda bisa menemukannya, bahkan sudah tidak ada lagi sisipan lemari sedikitpun untuk menambah buku-buku kontemporer yang lebih update,, hehehe “bukan kekurangan ruangan lho” .


Nah sekarang kita beralih ke personal mahasiswa, hhhhmmm,,, ini yang penulis tunggu-tunggu dari tadi, hahaha.. Jika di kampus-kampus besar prestasi tidak hanya dicetak di lingkup kampus, namun hingga go internasional. Dan Mahasiswa PTIQ tidak pernah absen setiap Tahunnya dari kejuaran-kejuaran Nasional hingga internasional, “pastinya bukan juara Olympiade FISIKA lho,, hehehe. Dan yang membuat penulis lebih tertarik lagi ketika masyarakat yang memiliki hobby mengundang para mahasiswa dari rumah ke rumah hingga masjid bahkan perkantoran dan apartemen, jika dibuat suatu grafik frekuensi maka tingkat grafik akan meningkat ketika mendekati bulan ramadhan, dan sepertinya masyarakat tidak bisa terlepas dari mahasiswa PTIQ dan ini adalah real !!!

Ini masih sebagian kecil dari kenyataan yang ada dalam potensi mahasiswa PTIQ, dan hingga sampai di sini itu bukanlah bagian dari rekayasa berita ataupun rekayasa penulis saja. Apakah anda masih berfikir untuk tidak mempertimbangkannya?, ok saya akan lanjutkan fakta-fakta yang ada dalam pribadi mahasiswa PTIQ yang selama ini belum terungkap..

Kita masuk kedalam dunia pergaulan. Terlalu banyak mahasiswa yang di luar sana hidup penuh dengan rekayasa, sampai penampilan fisikpun direkayasa. Ketampanan yang mereka miliki hanya sepanjang wangi aroma parfum, sebatas minyak yang melekat di rambut, dan aksesoris yang dapat mengundang perhatian kaum hawa. Tapi apakah anda tau 30 % ketampanan Mahasiswa PTIQ disembunyikan ketika mereka melangkah ke kampus. Kenapa tidak?, seluruh area kampus dihuni oleh para kaum Adam, (bahasa kerennya cowo). So tidak ada rasa ketertarikan mahasiswa untuk sedikit memoles rambutnya, menempelkan sedikit parfum, apalagi harus menggunakan aksesoris. Perhatian siapa yang ingin dijadikan modus? Paling Ibu kantin,, #bagi mahasiswa yang tidak normal hehehe..

Tapi bukan berarti mahasiswa PTIQ kumuh, kumel dan berantakan. Coba kita lihat ketika mahasiswa memiliki moment acara kumpul bareng dengan kampus sebelah (yang penghuninya adalah kaum hawa kecuali supir Bus yang biasanya mengantarkan para bidadari dunia ini ke kampus *kali ini gue muji loe,, hehe). Penampilan Mahasiswa ini membuat kita samar, seolah mereka bukan mahasiswa yang berkampuskan nilai Al-Qur’an. Mulai dari pakaian T-Srit Distro yang ternama hingga penampilan yang bergaya Biker anak motor Vespa. Dan penulis hanya mengatakan anda tidak perlu lagi meragukan penampilan mahasiswa ini. Tapi seperti apapun penampilan yang ada, hati tidak akan pernah terlepas dari nilai-nilai Al-Qur’an. Pastinya anda (khusus cewe) menginginkan suami yang sholeh bukan? Hihihihi...

Masih kah anda belum melirik Mahasiswa ini ?, mungkin anda tidak tau berapa banyak mahasiswa PTIQ yang dilirik oleh mahasiswi yang berkampuskan di universitas ternama. Mahasiswi yang berfakultaskan IT, Ekonom, Teknologi hingga mahasiswa yang berfakultaskan kedokteran. Tidak hanya itu saja, yang lebih amaizing lagi ketika tidak hanya mahasiswi nya saja yang jatuh cinta terhadap mahasiswa semacam ini, namun orang tua nya lebih jatuh cinta membayangkan memiliki menantu yang berkepribadian mahasiswa PTIQ. Hhhmm luar biasa bukan?!

Dan sekarang penulis mengajak anda untuk bertaubat jika anda termasuk orang yang pernah mengatakan “Anak PTIQ sudah gk jaman kaliee” karena jika tidak, itu akan membuat anda akan menyesal dunia akherat.. hahahah Selamat tersenyum-senyum.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar