Salah kah ?
Memang
tidak mudah untuk menyimpan suatu perasaan, apalagi perasaan itu semakin hari
semakin berat, padahal kita lagi tidak memikul apa-apa di pundak, namun dada
terasa penuh sesak. Ingin rasanya meluapkan segalanya, tapi dengan apa?. Sampai
membuat kita berbicara sendiri, tanpa ada lawan bicara, geram, bahkan ingin
berteriak hingga bisa sampai menangis.
Hingga
akhirnya tak mampu menahan, dan mungkin mudharatnya lebih jika di biarkan
seperti itu terus, Tuhan juga berbicara tentang perasaan dalam kalam nya. Dalam
surat Al-Baqarah Tuhan mengatakan tidak ada dosa bagi siapa saja yang ingin
melamar seseorang karena perasaan yang dimilikinya, atau dia menyembunyikan nya
dalam hatinya.
Memang
belum mampu untuk membuat suatu lamaran, tapi jauh lebih tidak mampu lagi jika
harus terus memendam sebuah perasaan. Hingga akhirnya pengungkapan sebuah
perasaan adalah pilihan yang terakhir, karena sampai hari ini secara pribadi
belum menemukan kalau Tuhan melarang hambanya untuk mengungkapkan suatu
perasaan, melainkan Tuhan memerintahkan untuk menjaga perasaan.
Setelah
perasaan terungkap, apakah sang pemilik perasaan seketika lega dan tenang
begitu saja?, pastinya tidak! namun setidaknya jauh lebih tenang dan lapang
saat ini. Tapi Ombak ternyata lebih besar dari kemaren, angin lebih lebat dari
sore yang lalu, ketika hanya aku dan kamu yang tau bahwa aku mencintaimu, di
saat itu pula bak seperti lebah yang mendatangi sarang-sarang mereka untuk
menghantarkan madu-madu yang manis.
Ketika
aku tahu ada seseorang yang mengagumimu, satu hembusan angin telah lewat.
Ketika aku tahu seseorang yang berusaha mendekatimu, sekumpulan kawanan debu
menghampiri wajahku. Ketika aku tahu seseorang yang datang kepadamu dengan
hadiah istimewanya, maka saat itu pula Ombak yang lagi berlomba membating
tubuhku hingga kau datang untuk memastikan bahwa semua itu hanyalah pukulan
perasaan yang menghantui diriku saja.
Kita
hanya bersembunyi dari orang lain di balik perasaan kita masing-masing. Mereka
yang datang mengagumimu, mendekatimu bahkan yang memberikan hadiah istimewanya,
bukan untuk menyakitiku, wong mereka tidak tau jika telah ada sebuah perasaan
yang tertanam dalam di hatimu. Tapikan ini pilihanku, untuk mengungkapkan apa
yang aku rasakan tanpa harus orang lain tau. Jika aku mampu untuk mengatakan
bahwa aku mencintaimu, maka aku harus mampu juga untuk menghadapi apa yang
terjadi disekitarmu.
Namun
terkadang aku berfikir, bukan kah aku mencintai mu, dan bukan mencintai apa
yang terjadi di sekitarmu, jika kamu mampu untuk menjaga dari itu semua, kenapa
aku harus risau dengan apa yang ada disekitarmu. ^_^,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar