Jumat, 17 Mei 2013

Perasaan mu



Salah kah ?

Memang tidak mudah untuk menyimpan suatu perasaan, apalagi perasaan itu semakin hari semakin berat, padahal kita lagi tidak memikul apa-apa di pundak, namun dada terasa penuh sesak. Ingin rasanya meluapkan segalanya, tapi dengan apa?. Sampai membuat kita berbicara sendiri, tanpa ada lawan bicara, geram, bahkan ingin berteriak hingga bisa sampai menangis.

Hingga akhirnya tak mampu menahan, dan mungkin mudharatnya lebih jika di biarkan seperti itu terus, Tuhan juga berbicara tentang perasaan dalam kalam nya. Dalam surat Al-Baqarah Tuhan mengatakan tidak ada dosa bagi siapa saja yang ingin melamar seseorang karena perasaan yang dimilikinya, atau dia menyembunyikan nya dalam hatinya.

Memang belum mampu untuk membuat suatu lamaran, tapi jauh lebih tidak mampu lagi jika harus terus memendam sebuah perasaan. Hingga akhirnya pengungkapan sebuah perasaan adalah pilihan yang terakhir, karena sampai hari ini secara pribadi belum menemukan kalau Tuhan melarang hambanya untuk mengungkapkan suatu perasaan, melainkan Tuhan memerintahkan untuk menjaga perasaan.

Setelah perasaan terungkap, apakah sang pemilik perasaan seketika lega dan tenang begitu saja?, pastinya tidak! namun setidaknya jauh lebih tenang dan lapang saat ini. Tapi Ombak ternyata lebih besar dari kemaren, angin lebih lebat dari sore yang lalu, ketika hanya aku dan kamu yang tau bahwa aku mencintaimu, di saat itu pula bak seperti lebah yang mendatangi sarang-sarang mereka untuk menghantarkan madu-madu yang manis.

Ketika aku tahu ada seseorang yang mengagumimu, satu hembusan angin telah lewat. Ketika aku tahu seseorang yang berusaha mendekatimu, sekumpulan kawanan debu menghampiri wajahku. Ketika aku tahu seseorang yang datang kepadamu dengan hadiah istimewanya, maka saat itu pula Ombak yang lagi berlomba membating tubuhku hingga kau datang untuk memastikan bahwa semua itu hanyalah pukulan perasaan yang menghantui diriku saja.

Kita hanya bersembunyi dari orang lain di balik perasaan kita masing-masing. Mereka yang datang mengagumimu, mendekatimu bahkan yang memberikan hadiah istimewanya, bukan untuk menyakitiku, wong mereka tidak tau jika telah ada sebuah perasaan yang tertanam dalam di hatimu. Tapikan ini pilihanku, untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan tanpa harus orang lain tau. Jika aku mampu untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu, maka aku harus mampu juga untuk menghadapi apa yang terjadi disekitarmu.

Namun terkadang aku berfikir, bukan kah aku mencintai mu, dan bukan mencintai apa yang terjadi di sekitarmu, jika kamu mampu untuk menjaga dari itu semua, kenapa aku harus risau dengan apa yang ada disekitarmu. ^_^,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar