Minggu, 20 April 2014

My Praying



                                                      Surat ku Untuk mu

Bismillahirrahmanirrohim……
Tak ada nama yang lebih pantas Aku ucapkan di awal tulisanku kecuali namanya yang maha agung, "Allah maha pengasih lagi maha penyayang" karena rasa kasih sayang itu Aku bisa menanamkannya kepada mu, tapi tak ada rasa sayang serta cinta yang di ridhoinya jikalau diselimuti dengan dosa yang menghilangkan kesucian cinta itu.! Semoga kedepan cinta yang ditanam dalam hati mendapat syafaat dari Rasulullah,,
 
سلام عليك يارسول الله......
Aku memulai dengan menyebut nama Allah,


Pagi ini kamu terbangun, dengan membawa sebuah perasaan yang penasara dari malam itu, ketika Aku membawa sebuah bingkisan yang Aku sengaja persiapkan untuk Aku berikan kepada seseorang yang Aku sangat menyayanginya, bahkan Aku merasa telah menyatu dengannya.

Dan pagi ini kamu sedang membaca sepucuk surat, bukan surat dari keluarga, apalagi surat dari kampus, melainkan surat ini adalah surat dari seorang yang memiliki hati dan perasaan yang sering kali tergoyah oleh kekurangannya sendiri.

Coba kamu perhatikan keluar jendela, lihat udara yang di luar, segar, bersih, membawa kedamaian seperti hatiku tatkala menulis surat ini. Lihat pohon-pohon yang ada didepan yang telah menunggu mu dari semalam untuk menyaksikan serta ingin mendengarkan rentetan kalimat yang tertulis didalam surat ini, mereka tidak sendiri, tidak juga berdua. Dengarkan pagi ini, apakah ada siulan burung yang sedang berkecoh mengiringi mu untuk menggerak-gerakkan sepasang bibir yang meresapi huruf-per huruf dari tulisan ini.



Aku usapkan tinta ini untuk menyeret sebuah tulisan. Tulisan yang Aku tujukan kepada tuhanku, supaya tuhanku menciptakan dari apa yang telah Aku tuliskan.!

Aku teringat satu tahun yang lalu, ketika hari itu adalah hari kelahiran mu, tak ada perbuatan yang bisa Aku lakukan kecuali hanya sebatas harapan dalam hati serta ucapan "selamat" melalui lisan dan tulisanku.

Hari ini tak ada kepuasan yang Aku rasakan sebulumnya, ketika dapat memberikan sebuah hadiah yang dibungkus oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada seorang wanita yang ditanamkan cinta padanya. Ini bukanlah pengalaman bagiku, tapi ini adalah kehidupan bagiku, yang tidak hanya dialami, dan ditinggalkan serta dikenang dikemudian hari, Tidak! Bukan itu, tapi ini adalah kehidupanku, masa depanku yang akan Aku teruskan, serta melakoni semua skenario yang telah ditetapkan oleh Tuhanku.

Aku ingin perubahan mu yang lebih baik dari hari ini, hatiku juga merindukan sesuatu, merindukan kesempurnaan mu dulu, kecakapan mu dulu ketika mengeluarkan kata-kata. Kedewasaan mu dulu ketika memutuskan sesuatu. Keberanian mu dulu dalam mengambil langkah. Tapi Aku yakin kamu jauh lebih baik daripada orang lain Sayang.

Kadang ada keirian hati ketika wanita muslimah berjalan didepanku dengan pakaian yang begitu sempurna. Kadang ada keirian hati ketika mendengar seorang muslimah mengeluarkan kata-kata yang sangat berarti. Kadang ada keirian hati ketika seorang muslimah menghantarku untuk mengenal Tuhanku kembali.

Tapi Aku sadar tak ada wanita yang sempurna Sayang. Dan Aku yakin besok kamu akan memiliki semua itu bahkan lebih dari apa yang Aku irikan! Aku hanya kembali kepada Allah, Do'a yang selalu Aku haturkan, do'a yang selalu Aku ucapkan, "Semoga Tuhan ku menjadikan mu wanita muslimah yang mengenal Allah" itulah kerinduan akan wanita sholehah Sayang, yang akan mengajariku tentang hidup dikemudian hari nanti. Hanya bersamamu dan bersamamu...

Kamu adalah putri ratu dalam keluargamu, semuanya telah kamu miliki. kamu adalah orang yang ditunggu dimasa depan. Jangan pernah lihat kebelakang Sayang, jangan pernah bergantung pada orang lain, jangan pernah kalah dengan seorang sahabat, dan jangan pernah tinggalkan sahabat, karena mereka adalah batu loncatan mu.

Raih cita-citamu Sayang, genggam teguh keyakinanmu. Kenali Allah, jangan pernah kau tinggalkan Allah, cintai Allah, rindukan Rasulnya, jadilah Muslimah yang sholehah. Allah mencintaimu Sayang lebih dari Aku mencintaimu, keberhasilan mu tegantung pada keberhasilan mu mendekati Allah, Ia selalu mengiringimu Sayang.


Engkau sendiri dalam keheningan mu, jangan pernah merasa sunyi karena kamar mu bagaikan istana yang dihuni oleh ratusan serta ribuan kasih & sayang yang selalu menemani mu setiap saat. kamu adalah mahkota bagi orang tua mu. Kehidupan bagiku, pewangi bagi keluargamu, lawan atau sahabat bagi teman-teman mu.

I LOVE U


By: Ikbal Hamdanie Dasopang