Sabtu, 08 September 2012

Kesalahamu Guru

Mistake Is Improvement


Manusia itu memang hidup di daratan, namun terkadang kehidupan  mereka bagaikan berenang di permukaan laut yang begitu luas, bahkan dengan begitu luasnya sampai arah yang di tujupun hilang bak tenggelam di kedalaman laut. Begitu lah kehidupan kita.

Awal penciptaan manusia telah di bekali dengan sifat lupa dan salah. Sekalipun seorang utusan Tuhan tidak akan pernah terlepas dari kedua sifat ini. Kesalahan yang berkali-kali yang terus terulang belum tentu bisa membuat seseorang berubah. Ada sebagian manusia hidup ditengah-tengah kesalahan, ya seperti hidup di tengah lautan yang air nya itu bagaikan lumpur kesalahan. Tapi sebenarnya manusia itu memiliki kesalahan dengan tujuan untuk maju dan melangkah. Dari hal yang salah menjadi benar, dari sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu, dan dari suatu hal yang tidak biasa akan menjadikan biasa.

Bersikukuh dan mempertahankan untuk memiliki tindakan yang selalu benar dan tepat akan menumbuhkan suatu keegoisan yang melekat dalam diri seorang manusia yang keras kepala. Malu untuk mengaku salah atau hanya sebatas malu untuk mengalah. Jika suatu saat mendapatkan kebenaran yang hakiki, hal itu akan menjadi pondasi yang sangat besar baginya untuk mempertahankan tindakan-tindakan selanjutnya yang akan dilakukan yang belum tentu pada kebenaran yang hakiki pula. Tidak mau menerima saran dari orang lain, membuat berbagai macam argumen untuk mempertahankan pendapat sendiri.  Sifat keras kepala tidak menjadikan seseorang itu mulia, dikagumi, disegani, atau di puji. Bahkan tanpa mempertahankan pendapat diri sendiri, orang lain juga tau siapa kita sebenarnya.

Itu salah satu kesalahan yang sering kali kita memasukinya namun tanpa dengan kesadaran. Sebagian orang tidak setuju jika saya mengatakan “tanpa dengan kesadaran”.  Ya mungkin dengan kata yang lebih tepat yaitu karena saat itu ia lagi “tidak tahu”. Oleh karena itu dalam keseharian kita selalu meminta kepada Tuhan untuk mengampuni dosa-dosa kita dikarenakan ketidak tahuan kita dalam bertindak.

Tapi apakah dengan suatu kesadaran yang begitu dalam dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat membuat kita harus terpuruk, berdiam diri, hanyut dalam penyesalan, tidak ada gairah karena seolah tidak ada celah untuk memperbaiki segala nya, berharap untuk bisa lebih baik, merubah segala nya dari hal yang paling dasar. Kesalahan yang baru disadari hari ini tidak harus membuat kita menyempurnakan kehancuran dengan menikmati penyesalan dan kesalahan yang terjadi. Apakah harus mengemis kesana dan kemari, kepadanya atau kepada mereka untuk mendapatkan kesempatan bisa lebih baik, kesempatan untuk mengulang segalanya, kesempatan untuk merubah sesuatu!.

 Kesalahan tidak menjadikan kita hina, jika di barengin dengan keinginan untuk merubahnya, memperbaikinya, dan mengakhiri kesalahan itu, sekalipun itu berkali-kali, bahkan ribuan kali. Karena Tuhan pun memeberikan kesempatan ribuan kali bagi hamba-hamba Nya yang ingin kembali kepadan Nya. 

Jangan merendahkan diri sendiri, cukup dengan kata “maaf” dan penyesalan yang mendalam, dan pastinya perubahan yang positif untuk memperbaiki diri dari perbuatan dan tindakan yang sebelumnya dilakukan dengan kesalahan.

Cita-cita tidak harus pupus oleh sebuah kesalahan. Harapan tidak harus usai dengan suatu kesalahan. Dan hubungan apakah harus berakhir dengan sebuah kesalahan? Hal yang tidak diharapkan terkadang bisa menjadi suatu perbaikan yang sangat berpengaruh buat kita. Dengan kesalahan itu akan membuat kita maju melangkah kedepan. Membuka seuatu yang baru. Dan mengajari kita tentang suatu hal.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar