Kutemukan
Cinta Di Istana Kumuh
Setiap kegelapan yang menyelimuti, maka akan menyusul secercah cahaya yang akan menyinari, Setiap semangat mu jatuh, maka suatu saat semangat itu akan berkobar-kobar bak api yang seolah takkan pernah padam. Bukan tanpa sebab seseorang bisa bangun kembali dari keterpurukannya. Bukan tanpa seseorang dia bisa tersenyum kembali setelah sunami kesedihan yang melandanya.
Dan hari ini aku merasakan semua itu. Hidupku yang
baru, suasanaku yang ramai, membuat pipi ini susah untuk menahan senyum itu. Tanpa
membawa perasaan, namun perasaan itu lahir dalam kebersamaan. Tanpa mendekatinya,
namun kedekatin itu tercipta dalam sebuah keakraban keluarga. Tidak hanya
sebatas keluarga, melainkan pada saatnya bisa menjadi kakak, adik, sahabat bahkan
sebagai guru dan mungkin seorang kekasih.
Anak-anak yang polos dengan wajah yang ceria dan
tanpa dibebani dosa karena usia mereka yang masih dini, mengingatkan aku kemasa
kekanak-kanakan dulu. Menangis, tertawa, berlari, bermain dan bercanda dan aku
yang menjadi tokoh utama waktu itu, namun hari ini aku harus menjadi pemeran
lain. Menjadi penghibur saat mereka menangis, menjadi badut untuk membuat
mereka tertawa, dan menjadi teman saat mereka lagi bermain, dan adakalanya
menjadi seorang guru ketika harus bijak saat mengajari mereka.
Keceriaan mereka dalam sebuah kesederhanaan
mengajak aku untuk selalu bersyukur dalam hidup ini, saling berbagi dan
merasakan bahwa hidup itu tidak hanya milik kita semata, namun milik orang lain
yang membutuhkan kita. Kerendahan hati dan ketulusan teman-teman yang membuat
aku semakin yakin lagi tentang hidup ini, mengajari tentang banyak hal. Dan menemukan
sosok yang membuat ku semakin terpacu untuk terus memperbaiki diri. Parasnya yang
indah, sifatnya yang bijak, tutur katanya yang teratur, dan kepribadian nya
yang kuat dalam menjaga dirinya sebagai seorang muslimah yang bisa beradabtasi
dengan perubahan zaman, dan semua itu membuat aku mengaguminya.
Aku bangga melihat semangat kalian, anak-anak
yang dengan keadaan sangat sederhana mampu memaknai hidup ini dengan senyuman. Aku
kagum dengan semangatmu wahai engkau yang membuat aku termotivasi. Aku
merasakan kebahagian yang sangat dalam, Karena aku bisa memasuki kehidupan
kalian..
Aku merasakan keindahan yang sangat ketika
melihat senyuman anak-anak itu.Tawa mereka yang begitu tulus, pelukan-pelukan
mereka yang begitu dekat, mengingatkan aku pada hidup ini yang penuh arti..
wahai engkau wanita yang selalu membuat aku ceria,, keramahanmu begitu alami,
kerendahan hatimu begitu mulia, membuat aku semakin ingin merangkul mereka
(anak-anak)..
Kebahagian yang sesungguhnya tidak aku temukan
dalam kemewahan, melainkan dari sebuah kehidupan yang sangat sederhana
terpancar dari wajah-wajah yang tulus dan bahagia. Ketentraman yang kucari
bukan pada bentuk materi yang kumiliki, melainkan dari seraut wajah tat kala
menatapmu.
Aku akan rindu dengan teriakan-teriakan
anak-anak ini, tapi aku tidak akan memaksa diri untuk mendengarkan
teriakan-teriakan itu lagi. Aku akan sangat ingin sekali melirik raut wajah itu
lagi, tapi aku tidak akan melakukannya lagi jika hanya sebatas keinginanku
saja. Ini yang meringankan langkahku untuk selalu ingin bertemu dengan anak-anak.
Dan itu pula yang membuat aku semakin ingin memeluk mereka di dekatmu. Tapi
mungkin aku salah, tidak menempatkan yang seharusnya aku tempatkan pada
tempatnya..
Dan kali ini engkau membalas tulisanku dengan
apa yang engkau rasakan bersama mereka selama ini: “Cinta dan kasih sayang
mereka lebih tulus dari pada orang dewasa. Ekspresi mereka begitu nyata, hingga
hati ini sangat rela menerima tangis dan tawanya. Hari-hari yang kulewati
bersama mereka menimbulkan aneka rasa. Ntah suatu saat nanti, masihkan aku
diberi kesempatan mendengarkan panggilan-panggilan mungil itu. Semangatku berada
dikebersamaan temen-teman. Aku bangga dengan kalian yang mau menapakkan kaki di
lautan kumuh. Menebar kebahagiaan dan memberikan apa yang kalian punya. Dan aku
tidak akan pernah bisa tersenyum bersama mereka tanpa adanya kalian. Aku
bahagia jika kalian bahagia. Tak ada yang lain terpikir olehku melaikan semua
itu!! Jangan patah semangat saat seseorang itu tak membalas harapanmu.. Semua
rasa indah itu akan ada pada keikhlasan yang kau tanam... ^^..”
Dan ingin sekali menjawab kalimat-kalimat mu
dengan ungkain kataku : “Tidak akan aku tapakkan kakiku diatas lautan kumuh
seperti yang kau sebutkan melainkan aku membawa sebuah lautan keihklasan pula. Bukan
hanya keikhlasan tetapi juga ‘cinta’ dan ‘kasih sayang’. Bukan berputus asa
pada harapan yang tidak diberikan melainkan melakukan intropeksi diri terhadap
harapan yang ditanam. Seperti janji Tuhan, akan dipertemukan olehNYA orang yang
baik dengan yang baik pula dan sebaliknya... dan mungkin aku cukup tidak baik
jika harus bertemu denganmu.. :’-(.
Tapi terkadang diri ini melampaui batas untuk
membuat suatu harapan, semoga tuhanku mengajari aku untuk selalu bisa
menempatkan diri ini!! Dan kalimat terakhirmu yag diselingi dengan tawa
yang lepas “Ha... ha... ha... Ada-ada saja,,, mari kita jalani apa adanya...
Serahkan semua pada Allah, kita minta saja yang terbaik dariNYA...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar