Senin, 21 Mei 2012

Hidup Itu Harus Berbagi Lho,, ^_^





Kutemukan Cinta Di Istana Kumuh

Setiap kegelapan yang menyelimuti, maka akan menyusul secercah cahaya yang akan menyinari, Setiap semangat mu jatuh, maka suatu saat semangat itu akan berkobar-kobar bak api yang seolah takkan pernah padam. Bukan tanpa sebab seseorang bisa bangun kembali dari keterpurukannya. Bukan tanpa seseorang dia bisa tersenyum kembali setelah sunami kesedihan yang melandanya.
Dan hari ini aku merasakan semua itu. Hidupku yang baru, suasanaku yang ramai, membuat pipi ini susah untuk menahan senyum itu. Tanpa membawa perasaan, namun perasaan itu lahir dalam kebersamaan. Tanpa mendekatinya, namun kedekatin itu tercipta dalam sebuah keakraban keluarga. Tidak hanya sebatas keluarga, melainkan pada saatnya bisa menjadi kakak, adik, sahabat bahkan sebagai guru dan mungkin seorang kekasih.
Anak-anak yang polos dengan wajah yang ceria dan tanpa dibebani dosa karena usia mereka yang masih dini, mengingatkan aku kemasa kekanak-kanakan dulu. Menangis, tertawa, berlari, bermain dan bercanda dan aku yang menjadi tokoh utama waktu itu, namun hari ini aku harus menjadi pemeran lain. Menjadi penghibur saat mereka menangis, menjadi badut untuk membuat mereka tertawa, dan menjadi teman saat mereka lagi bermain, dan adakalanya menjadi seorang guru ketika harus bijak saat mengajari mereka.
Keceriaan mereka dalam sebuah kesederhanaan mengajak aku untuk selalu bersyukur dalam hidup ini, saling berbagi dan merasakan bahwa hidup itu tidak hanya milik kita semata, namun milik orang lain yang membutuhkan kita. Kerendahan hati dan ketulusan teman-teman yang membuat aku semakin yakin lagi tentang hidup ini, mengajari tentang banyak hal. Dan menemukan sosok yang membuat ku semakin terpacu untuk terus memperbaiki diri. Parasnya yang indah, sifatnya yang bijak, tutur katanya yang teratur, dan kepribadian nya yang kuat dalam menjaga dirinya sebagai seorang muslimah yang bisa beradabtasi dengan perubahan zaman, dan semua itu membuat aku mengaguminya.
Aku bangga melihat semangat kalian, anak-anak yang dengan keadaan sangat sederhana  mampu memaknai hidup ini dengan senyuman. Aku kagum dengan semangatmu wahai engkau yang membuat aku termotivasi. Aku merasakan kebahagian yang sangat dalam, Karena aku bisa memasuki kehidupan kalian..
Aku merasakan keindahan yang sangat ketika melihat senyuman anak-anak itu.Tawa mereka yang begitu tulus, pelukan-pelukan mereka yang begitu dekat, mengingatkan aku pada hidup ini yang penuh arti.. wahai engkau wanita yang selalu membuat aku ceria,, keramahanmu begitu alami, kerendahan hatimu begitu mulia, membuat aku semakin ingin merangkul mereka (anak-anak)..
Kebahagian yang sesungguhnya tidak aku temukan dalam kemewahan, melainkan dari sebuah kehidupan yang sangat sederhana terpancar dari wajah-wajah yang tulus dan bahagia. Ketentraman yang kucari bukan pada bentuk materi yang kumiliki, melainkan dari seraut wajah tat kala menatapmu.
Aku akan rindu dengan teriakan-teriakan anak-anak ini, tapi aku tidak akan memaksa diri untuk mendengarkan teriakan-teriakan itu lagi. Aku akan sangat ingin sekali melirik raut wajah itu lagi, tapi aku tidak akan melakukannya lagi jika hanya sebatas keinginanku saja. Ini yang meringankan langkahku untuk selalu ingin bertemu dengan anak-anak. Dan itu pula yang membuat aku semakin ingin memeluk mereka di dekatmu. Tapi mungkin aku salah, tidak menempatkan yang seharusnya aku tempatkan pada tempatnya..
Dan kali ini engkau membalas tulisanku dengan apa yang engkau rasakan bersama mereka selama ini: “Cinta dan kasih sayang mereka lebih tulus dari pada orang dewasa. Ekspresi mereka begitu nyata, hingga hati ini sangat rela menerima tangis dan tawanya. Hari-hari yang kulewati bersama mereka menimbulkan aneka rasa. Ntah suatu saat nanti, masihkan aku diberi kesempatan mendengarkan panggilan-panggilan mungil itu. Semangatku berada dikebersamaan temen-teman. Aku bangga dengan kalian yang mau menapakkan kaki di lautan kumuh. Menebar kebahagiaan dan memberikan apa yang kalian punya. Dan aku tidak akan pernah bisa tersenyum bersama mereka tanpa adanya kalian. Aku bahagia jika kalian bahagia. Tak ada yang lain terpikir olehku melaikan semua itu!! Jangan patah semangat saat seseorang itu tak membalas harapanmu.. Semua rasa indah itu akan ada pada keikhlasan yang kau tanam... ^^..”
Dan ingin sekali menjawab kalimat-kalimat mu dengan ungkain kataku : “Tidak akan aku tapakkan kakiku diatas lautan kumuh seperti yang kau sebutkan melainkan aku membawa sebuah lautan keihklasan pula. Bukan hanya keikhlasan tetapi juga ‘cinta’ dan ‘kasih sayang’. Bukan berputus asa pada harapan yang tidak diberikan melainkan melakukan intropeksi diri terhadap harapan yang ditanam. Seperti janji Tuhan, akan dipertemukan olehNYA orang yang baik dengan yang baik pula dan sebaliknya... dan mungkin aku cukup tidak baik jika harus bertemu denganmu.. :’-(.
Tapi terkadang diri ini melampaui batas untuk membuat suatu harapan, semoga tuhanku mengajari aku untuk selalu bisa menempatkan diri ini!! Dan kalimat terakhirmu yag diselingi dengan tawa yang lepas “Ha... ha... ha... Ada-ada saja,,, mari kita jalani apa adanya... Serahkan semua pada Allah, kita minta saja yang terbaik dariNYA...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar