Jumat, 17 Mei 2013

Life Is Simple ^_^



 Hidup Itu Sederhana Ko'

Hidup Itu mengenal...
Seperti anak lumba yang baru mengenal asin nya laut....
Seperti ratusan bayi lele mengenal derasnya sungai...
Seperti Nabi yang mengenal Tuhannya..
Dan sebagian Manusia yang mengenal Nabinya..

Hidup itu sederhana Ko’,,,,
Tapi terkadang kesederhanaan itu menyeramkan...
Jika tidak kuat maka akan terombang-ambing oleh ombak kehidupan..
Ombak untuk sebatang pohon adalah angin...
Jika tidak memiliki akar yang kokoh,,
Sebatang pohonpun bisa seperti sehelai daun...
Mereka bagaikan berinteraksi..
Pohon yang tangguh hanya tersenyum mengikuti alur arah mata angin...
Sedangkan pohon yang kecil lagi rapuh,,,
Seolah berteriak pertolongan tanpa ada yang datang....

Ada lagi dengan si Kumbang,,,,
Yang selalu menebar cinta dan kasing sayang...
Menumbuhkan keindahan disetiap kuncup yang lagi mekar...
Jika langit merintikkan hujannya,,,
Sesekali si Kumbang bertamu di lapisan mawar...
Jika kita seekor Kumbang,,,,
Surga yang dijanjikan Tuhan telah datang...
Kehidupan yang dipenuhi dengan keindahan dan kasih sayang..

Kita ingin menjadi itu semua...
Mengenal hidup ini, dengan kenalan yang sejati...
Mengenal banyak orang dan berinteraksi...
Dengan tumbuhan dan hewan tanpa bahasa..

Hidup dengan sederhana...
Namun dengan prinsip yang kuat...
Godaan dan rayuan merupakan kerikil hidup..
Nafsu dan kebodohan adalah racun hidup..

Aku sadar penampilanku tak seindah kumbang..
Tapi aku berusaha untuk menebar kasih sayang itu...
Akan tetapi cinta akan kutanamkan di salah satu mawarku...

Aku banyak singgah di hati mereka...
Tapi aku hanya berteduh,,,
Mungkin saat itu cuaca lagi panas atau dingin...
Dan aku mencari tempat yang nyaman untuk sesaat..
Bukan berarti aku meninggalkan mereka setelah itu...
Melainkan aku jadikan mereka keluarga baruku...
Bagian dari catatan pengalaman dalam pengenalan hidup....

Rabu, 06 Februari 2013

Your Choice




                                                        PILIHAN

Terkadang kita bisa menjadi orang yang paling bodoh di antara yang lain, tapi terkadang juga kita bisa menjadi orang yang paling bijak di antara yang ragu. Melakukan suatu tindakan pasti di awali oleh sebuah pilihan. Sebagian gagal bukan karena proses usaha yang dilakukan, namun karena pilihan awal yang kurang tepat. Salah satu pemeran utama dalam film Harrry Potter tokoh besar seorang penyihir pernah berkata, “kehebatan seseorang itu bukan pada usaha yang dilakukan ataupun proses pencapaian, namun lebih kepada pilihannya”.


Memang memilih bukan hanya sekedar mengambil suatu keputusan, bukan hanya menentukan satu diantara dua, atau bukan hanya sebatas mengambil sebagian di antara yang beberapa. Keyakinan dan perasaan ikut berperan dalam hal itu. akan tetapi sudah tidak ada pertimbangan apapun untuk menentukan pilihan barulah kita bermain intuisi.


Dalam keseharian, banyak hal yang bisa kita lakukan. Banyak pilihan yang harus kita putuskan. banyak keputusan yang mesti kita ambil. Dan banyak resiko disetiap keputusan yang telah ditetapkan. Makanya setiap orang memiliki yang namanya suatu prinsip. Suatu ketetapan yang telah kokoh tertanam di dalam diri seseorang. Tapi tidak jarang suatu prinsip bisa berubah oleh suatu keadaan, kondisi, dan mungkin waktu. Dan itu semua bisa kita kembalikan lagi kepada pilihan.

Minggu, 30 September 2012

Do'a Cinta



Ada sebuah percakapan yang menurut saya menarik dari sebuah dialog antara seorang wanita dengan seorang pria yang berbicara tentang Hati dan Cinta, singkat nya dari perbincangan tersebut adalah sebagai berikut :
 
@Pulan: “Semoga Tuhan membantu kita untuk selalu mengukuhkan hati ini ^_”,, kuat,,, tangguh,, dan tidak mudah jatuh”

@Pulanah: “maksudnya?”

@Pulan: “heemm, aku juga gk ngerti, aku hanya menulis kmna jariku bergerak sesuai perintah dari hati”
@Pulanah: “Ada apa dengan hati?”

@Pulan: “selalu ingin bergerak tapi berusaha untuk bisa mengendalikannya.. krena aku gk tau kmana akan arah hati itu, kalau dituruti akan membuahkan kesakitan atau kemanisan yang sesaat”

@Pulanah: “Arahkan hatimu pada Allah,, hanya untuk Allah,, agar hatimu tenang karenaNYA!”

@Pulan: “selalu berusaha seperti itu, bercerita bagaikan seorang teman,, meminta pengajaran bagaikan seorang Murid,, dan meminta dituntun bagaikan seorang anak,, semoga tidak mengganggu terhadapmu ^_^ ,,
 
@Pulanah: “Maksudnya?”

@Pulan: “kamu kebanyakan bermaksud, ha,, ha,, semoga Allah selalu menuntun kita dalam hidup ini,, terlebih lagi dalam menetapkan hati.. save your heart! (jaga hatimu ^_^)”

@Pulanah: “he,, he,, aku tak kuasa menjaga hatiku, untuk itu kuserahkan pada cinta pertamaku”
@Pulan: “Cinta pertamamu = ???”

@Pulanah: “ Allah SWT yang seharusnya cinta pertama setiap manusia”

@Pulan: “kamu yang pertama mengatakan untuk menjaga hatiku,, so?? Aku juga tak kuasa menjaga hatiku maka aku serahkan sepenuhnya pada Sang cinta pertama *_*.. “

@Pulanah: “namun tetap saja manusia harus tetap berusaha menjaga hatinya agar selalu lurus,, salah satunya dengan berdo’a..”

@Pulan: “ha.. ha.. iya, bagus tuch buat tema untuk tulisanmu ‘Do’a cinta’, “

@Pulanah: “ :-D,, sayang nya aku bukan dokter cinta.. “

@Pulan: “tapi kamu dokter spritual buat aku,, :-0..”

@Pulanah: “ha.. ha.. “

Rabu, 19 September 2012

Humble



Tulus Bukan Berarti Mengemis

      Kata mereka dia tidak sesempurna yang aku katakan. Kenapa?  Karena dia Tidak memberikan wadah buatku untuk suatu perbaikan. Ketulusan yang aku selalu sanjung tentangnya tidak bagi mereka. Kenapa? Karena kata mereka tidak ada kata maaf sampai saat ini untukku. Karena ketulusan yang sejati akan menembus suatu ketulusan juga. Apakah dia tidak sebaik yang aku pkirkan untuk hari ini? Kata mereka Tidak!
Itu suatu kesimpulan yang dapat aku tulisakan dari suatu peristiwa tatkala kita melakukan suatu kesalahan dan tidak mendapatkan suatu kesempatan untuk perbaikan kesalahan yang telah dilakukan. Namun terkadang kita harus mengemis guna mencapai suatu tujuan kata maaf dan diikuti dengan niat perbaikan diri, akan tetapi kesempatan untuk perbaikan itu terkadang ruang lingkupnya semakin sempit. Anggap saja kita lagi berbicara tentang kesalahan dalam sebuah perasaan, mungkin jalinan cinta.

Hal ini banyak di alami oleh orang lain, karena setiap orang memiliki perasaan, hati dan cinta. Pada kutipan di atas, sebagian orang menerjemahkan usaha untuk mendapatkan maaf dan kesempatan untuk lebih baik yang dengan bentuk seperti itu adalah pengemisan. Dan sebagian orang juga tidak mengakui hal seperti itu jika terjadi pada diri mereka. 

Namun bagiku tidak. Cinta yang sejati itu akan melahirkan ketulusan, dan ketulusan tidak terukur oleh sesuatu sebab, Dan tidak bisa dipengaruhi oleh sesuatu hal. Ketulusan akan bergerak sendiri oleh hati yang paling dalam. Sekalipun dalam keadaan pahit ataupun manis ia tetap akan bergerak dalam kebenaran yang di kendalikan oleh kata-kata hati yang jauh dari kebohongan dan keraguan. Bukan suatu bentuk “pengemisan”, yang membuat diri seseorang itu rendah di mata orang lain. Bahkan ketulusan itu akan membuat seseorang mulai dimata orang lain. Jika di katakan suatu bentuk pengemisan, itu bukanlah di dasari dari suatu ketulusan, melainkan lebih kepada ketidak mampuan seseorang untuk mendapatkan sesuatu. Adanya tujuan tertentu, keinginan tersembunyi yang ingin di dapatkan dari sesuatu hal, dan jika tidak mendapatkan dari tujuan tersebut akan melahirkan suatu kekecewaan. Tidak bagi suatu ketulusan, karena ketulusan tersebut di balut dengan keikhlasan yang tinggi tanpa adanya tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri.

Susah untuk mencapai hal tersebut, namun harus tetap di percayai bahwa ketulusan tidak akan mengenal batas dan waktu, dan ia akan menembus sesuatu yang tidak bisa ditembus oleh mata. Dan aku percaya itu sekalipun aku belum sampai pada titik itu. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Regina Brett ada sebuah kalimat yang membuat aku memahami hal tersebut,

“aku percaya pada matahari sekalipun saat tenggelam, dan aku percaya pada Cinta sekalipun aku belum merasakannya” dan aku dapat menambahkannya “Aku percaya pada ketulusan sekalipun saat itu aku tersakiti”

Ketulusan tidak berarti mengemis, biarkan ia tetap tumbuh dan lakukan hal-hal tertentu dengan tetap tulus dan itu tidak akan menyiksa diri seseorang oleh karena sesuatu. Mencitai seseorang dengan tulus, mengerjakan suatu pekerjaan dengan tulus, membantu dalam hal kebajikan dengan tulus, dan meminta (berdo’a) dengan tulus.