Surat ku
Untuk mu
Bismillahirrahmanirrohim……
Tak ada nama yang lebih pantas Aku ucapkan di awal tulisanku
kecuali namanya yang maha agung, "Allah maha pengasih lagi maha
penyayang" karena rasa kasih sayang itu Aku bisa menanamkannya kepada mu,
tapi tak ada rasa sayang serta cinta yang di ridhoinya jikalau diselimuti
dengan dosa yang menghilangkan kesucian cinta itu.! Semoga
kedepan cinta yang ditanam dalam hati mendapat syafaat dari Rasulullah,,
سلام عليك يارسول الله......
Aku memulai dengan
menyebut nama Allah,
Pagi ini kamu terbangun,
dengan membawa sebuah perasaan yang penasara dari malam itu, ketika Aku membawa
sebuah bingkisan yang Aku sengaja persiapkan untuk Aku berikan kepada seseorang
yang Aku sangat menyayanginya, bahkan Aku merasa telah menyatu dengannya.
Dan pagi ini kamu
sedang membaca sepucuk surat, bukan surat dari keluarga, apalagi surat dari
kampus, melainkan surat ini adalah surat dari seorang yang memiliki hati dan
perasaan yang sering kali tergoyah oleh kekurangannya sendiri.
Coba kamu perhatikan keluar
jendela, lihat udara yang di luar, segar, bersih, membawa kedamaian seperti
hatiku tatkala menulis surat ini. Lihat pohon-pohon yang ada didepan yang telah
menunggu mu dari semalam untuk menyaksikan serta ingin mendengarkan rentetan
kalimat yang tertulis didalam surat ini, mereka tidak sendiri, tidak juga
berdua. Dengarkan pagi ini, apakah ada siulan burung yang sedang berkecoh
mengiringi mu untuk menggerak-gerakkan sepasang bibir yang meresapi huruf-per
huruf dari tulisan ini.
Aku usapkan tinta ini
untuk menyeret sebuah tulisan. Tulisan yang Aku tujukan kepada tuhanku, supaya
tuhanku menciptakan dari apa yang telah Aku tuliskan.!
Aku teringat satu
tahun yang lalu, ketika hari itu adalah hari kelahiran mu, tak ada perbuatan
yang bisa Aku lakukan kecuali hanya sebatas harapan dalam hati serta ucapan
"selamat" melalui lisan dan tulisanku.
Hari ini tak ada
kepuasan yang Aku rasakan sebulumnya, ketika dapat memberikan sebuah hadiah
yang dibungkus oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada seorang wanita yang
ditanamkan cinta padanya. Ini bukanlah pengalaman bagiku, tapi ini adalah
kehidupan bagiku, yang tidak hanya dialami, dan ditinggalkan serta dikenang
dikemudian hari, Tidak! Bukan itu, tapi ini adalah kehidupanku, masa depanku
yang akan Aku teruskan, serta melakoni semua skenario yang telah ditetapkan
oleh Tuhanku.
Aku ingin perubahan mu
yang lebih baik dari hari ini, hatiku juga merindukan sesuatu, merindukan
kesempurnaan mu dulu, kecakapan mu dulu ketika mengeluarkan kata-kata.
Kedewasaan mu dulu ketika memutuskan sesuatu. Keberanian mu dulu dalam
mengambil langkah. Tapi Aku yakin kamu jauh lebih baik daripada orang lain
Sayang.
Kadang ada keirian
hati ketika wanita muslimah berjalan didepanku dengan pakaian yang begitu
sempurna. Kadang ada keirian hati ketika mendengar seorang muslimah
mengeluarkan kata-kata yang sangat berarti. Kadang ada keirian hati ketika
seorang muslimah menghantarku untuk mengenal Tuhanku kembali.
Tapi Aku sadar tak ada
wanita yang sempurna Sayang. Dan Aku yakin besok kamu akan memiliki semua itu
bahkan lebih dari apa yang Aku irikan! Aku hanya kembali kepada Allah, Do'a
yang selalu Aku haturkan, do'a yang selalu Aku ucapkan, "Semoga Tuhan ku
menjadikan mu wanita muslimah yang mengenal Allah" itulah kerinduan akan
wanita sholehah Sayang, yang akan mengajariku tentang hidup dikemudian hari
nanti. Hanya bersamamu dan bersamamu...
Kamu adalah putri ratu
dalam keluargamu, semuanya telah kamu miliki. kamu adalah orang yang ditunggu
dimasa depan. Jangan pernah lihat kebelakang Sayang, jangan pernah bergantung
pada orang lain, jangan pernah kalah dengan seorang sahabat, dan jangan pernah
tinggalkan sahabat, karena mereka adalah batu loncatan mu.
Raih cita-citamu
Sayang, genggam teguh keyakinanmu. Kenali Allah, jangan pernah kau tinggalkan
Allah, cintai Allah, rindukan Rasulnya, jadilah Muslimah yang sholehah. Allah
mencintaimu Sayang lebih dari Aku mencintaimu, keberhasilan mu tegantung pada
keberhasilan mu mendekati Allah, Ia selalu mengiringimu Sayang.
Engkau sendiri dalam keheningan
mu, jangan pernah merasa sunyi karena kamar mu bagaikan istana yang dihuni oleh
ratusan serta ribuan kasih & sayang yang selalu menemani mu setiap saat. kamu
adalah mahkota bagi orang tua mu. Kehidupan bagiku, pewangi bagi keluargamu,
lawan atau sahabat bagi teman-teman mu.
I LOVE U
By: Ikbal Hamdanie Dasopang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar